Jumat, 30 Desember 2011

KEINDAHAN ALAM DI INDONESIA


KEINDAHAN ALAM DI  INDONESIA
Indonesia merupakan salah satu negara kepulauan yang kaya akan budaya dan daerah pariwisata yang tersebar dari sabang hingga merauke. Keragaman budaya yang dimiliki menjadikan Indonesia salah satu pusat tujuan wisata masyarakat dunia. Hal tersebut didukung oleh suasana dan kondisi alam serta masyarakat penghuninya yang memilki budaya dengan karakteristik yang unik dan beraneka ragam antara pulau yang satu dengan yang lainnya.
Masing-masing pulau yang terdiri dari beberapa wilayah tentu memiliki kebudayaan tersendiri sesuai dengan lingkungan dan kondisi alam yang mereka tinggali. Keragaman budaya yang hidup dalam masyarakat diharapkan mampu menjadi katalisator dalam percepatan pembangunan daerah sesuai dengan kadar pembangunan yang bisa dimanfaatkan melalui pengelolaannya, misalnya dengan menjadikannya sebagai daerah tujuan pariwisata yang berbobot melalui pembangunan fasilitas yang menunjang. Pembangunan tersebut diharapkan bisa terealisasi dengan baik terlebih dengan terbukanya angin segar bagi setiap daerah untuk membangun wilayahnya sendiri melalui sistem pemerintahan yang bersifat desentaralisasi sesuai dengan kondisi dan kekayaan daerah pariwisata yang dimiliki.
Kekayaan akan daerah pariwisata yang dimiliki Indonesia bisa kita lihat dari banyaknya tempat-tempat pariwisata yang tersebar di seluruh kawasan nusantara. Kawasan pariwisata yang dimiliki itu tidak hanya terbatas pada kawasan darat saja, akan tetapi terdapat pula di laut. Bahkan di antara sekian banyaknya kawasan pariwisata yang dimiliki masih banyak yang belum terjamah karena kurangnya akses berupa jalan yang layak dan faktor keamanan yang kurang berfihak sehingga daerah atau kawasan tersebut tidak bisa difungsikan secara optimal dan menjadi daerah kunjungan yang digemari oleh para wisatawan. Oleh kerena itu, sampai saat ini pemerintah terus melakukan  pengembangan pada setiap kawasan yang ada .
KEINDAHAN ALAM MENAKJUBKAN YANG TERDAPAT DI INDONESIA
1. Gunung Rinjani, NTB



Rinjani memiliki panaroma yang bisa dibilang paling bagus di antara gunung-gunung di Indonesia. Setiap tahunnya (Juni-Agustus) banyak dikunjungi pencinta alam mulai dari penduduk lokal, mahasiswa, pecinta alam. Suhu udara rata-rata sekitar 20°C; terendah 12°C. Angin kencang di puncak biasa terjadi di bulan Agustus. Beruntung akhir Juli ini, angin masih cukup lemah dan cuaca cukup cerah, sehingga pendakian ke puncak bisa dilakukan kapan saja.


2. Pulau Komodo, NTT


Taman Nasional Komodo (TN. Komodo) merupakan kawasan yang terdiri dari beberapa pulau dengan perairan lautnya. Pulau-pulau tersebut merupakan habitat satwa komodo (Varanus komodoensis) yaitu reptil purba yang tersisa di bumi. Kondisi alamnya unik, terdapat padang savana yang luas dengan pohon lontarnya (Borassus flabellifer).


3. Kepulauan Raja Ampat, Papua Barat



Kepulauan Raja Ampat merupakan kepulauan yang berada di barat pulau Papua di provinsi Papua Barat, tepatnya di bagian kepala burung Papua. Kepulauan ini merupakan tujuan penyelam-penyelam yang tertarik akan keindahan pemandangan bawah lautnya


4. Kawah Ijen, Jawa Timur



Kawah Ijen merupakan salah satu gunung berapi atraksi wisata di Indonesia. Kawah Ijen merupakan objek wisata terkenal, yang telah dikenal oleh para wisatawan domestik dan asing karena keindahan alam dan bahari.


5. Carstensz Pyramid, Papua




Indonesia patut berbangga dengan keunikan dan kekayaan alam serta tradisi masayarakatnya. Kali ini, Carstenz Pyramid atau yang bisa disebut dengan puncak jaya, juga berada di Papua. Puncak Carstensz ini merupakan puncak tertinggi di Australia dan Oceania.


6. Gunung Anak Krakatau, Selat Sunda



Krakatau adalah kepulauan vulkanik yang masih aktif dan berada di Selat Sunda antara pulau Jawa dan Sumatra. Nama ini pernah disematkan pada satu puncak gunung berapi di sana yang, karena letusan pada tanggal 26-27 Agustus 1883, kemudian sirna. Letusannya sangat dahsyat dan tsunami yang diakibatkannya menewaskan sekitar 36.000 jiwa


7. Gunung Bromo, Jawa Timur



Gunung Bromo merupakan gunung berapi yang masih aktif dan paling terkenal sebagai obyek wisata di Jawa Timur. Sebagai sebuah obyek wisata, Gunung Bromo menjadi menarik karena statusnya sebagai gunung berapi yang masih aktif.


8. Gunung Kelimutu, NTT


Gunung Kelimutu adalah gunung berapi yang terletak di Pulau Flores, Provinsi NTT, Indonesia. Lokasi gunung ini tepatnya di Desa pemo Kecamatan kelimutu, Kabupaten Ende. Gunung ini memiliki tiga buah danau kawah di puncaknya. Danau ini dikenal dengan nama Danau Tiga Warna karena memiliki tiga warna yang berbeda, yaitu merah, biru, dan putih. Walaupun begitu, warna-warna tersebut selalu berubah-ubah seiring dengan perjalanan waktu.


9. Taman Laut Bunaken, Sulawesi Utara



Taman laut Bunaken memiliki 20 titik penyelaman (dive spot) dengan kedalaman bervariasi hingga 1.344 meter. Dari 20 titik selam itu, 12 titik selam di antaranya berada di sekitar Pulau Bunaken. Dua belas titik penyelaman inilah yang paling kerap dikunjungi penyelam dan pecinta keindahan pemandangan bawah laut.


10. Danau Toba, Sumatra Utara



Danau Toba adalah sebuah danau vulkanik dengan ukuran panjang 100 kilometer dan lebar 30 kilometer (danau volkanik terbesar di dunia). Di tengah danau ini terdapat sebuah pulau vulkanik bernama Pulau Samosir. Danau Toba sejak lama menjadi daerah tujuan wisata penting di Sumatera Utara selain Bukit Lawang dan Nias, menarik wisatawan domestik maupun mancanegara.


11. Baluran, Jawa Timur



Baluran adalah Afrikanya Indonesia, Taman Nasional ini merupakan perwakilan ekosistem hutan yang spesifik kering di Pulau Jawa, terdiri dari tipe vegetasi savana, hutan mangrove, hutan musim, hutan pantai, hutan pegunungan bawah, hutan rawa dan hutan yang selalu hijau sepanjang tahun. Sekitar 40 persen tipe vegetasi savana mendominasi kawasan Taman Nasional Baluran.


12. Pantai Dreamland, Bali



Dreamland atau lebih dikenal sebagai Pantai Dreamland merupakan salah satu pantai terindah di Bali selain Pantai Kuta. Pantai yang terletak tidak jauh dari daerah Uluwatu di Pulau Dewata ini sudah sangat terkenal karena keindahannya. Keindahan dan kebersihan pantai menambah daya tarik pengunjung, bukan hanya dari dalam negeri tapi juga turis manca negara.


13. Danau Gunung Tujuh, Jambi



Kerinci boleh bangga dengan keberadaan Danau Gunung Tujuh yang merupakan danau tertinggi di Asia Tenggara. Serta terdapat beberapa danau kecil lainnya dengan keindahan alamnya yang unik. Danau Belibis dengan alam yang masih asli memberikan sentuhan yang berbeda.


14. Green Canyon, Jawa Barat



Green Canyon menyimpan pesona luar biasa. Perpaduan antara sungai, lembah hijau, hutan lindung, dan aneka stalaktit-stalakmit. Keindahan berbalut kesunyian, bagai surga yang tersembunyi. Green Canyon mulai dikembangkan pada tahun 1989.


15. Danau Sentai, Papua



Danau Sentani di bawah lereng Pegunungan Cycloops yang terbentang antara Kota Jayapura dan Kabupaten Jayapura, Papua. Lanskap Danau Sentani dengan gugusan pulau di tengahnya merupakan salah satu yg terindah di Indonesia.


16. Goa Gong, Jawa Timur



Goa Gong diklaim sebagai goa terindah di Asia Tenggara. Di dalam gua ini Anda dapat menyaksikan berbagai macam tonjolan batuan (stalaktit/stalakmit) yang sangat menarik dan proses terjadinya secara alami.


17. Pegunungan Karst Bantimarung, Sulawesi Selatan



Taman Nasional Bantimurung mempunyai pemandangan alam yang paling indah. Karena di taman nasional ini, terdapat sumber air yang tidak pernah kering. Sehingga berbagai jenis tanaman dapat bertahan di saat musim kemarau yang panjang.


18. Pulau Belitung, Bangka Belitung



Pulau indah, pemandangan unik pantai pasir putih asli dihiasi batu-batu granit yang artistik dan air laut sejernih kristal, dikelilingi oleh ratusan pulau-pulau kecil.


19. Pulau Derawan, Kalimantan Timur



Di perairan sekitarnya terdapat taman laut dan terkenal sebagai wisata selam (diving) dengan kedalaman sekitar lima meter. Pada batu karang di kedalaman sepuluh meter, terdapat karang yang dikenal sebagai "Blue Trigger Wall"

Narasumber :
http://zaheera.guru-indonesia.net/artikel_detail-16367.html

Minggu, 25 Desember 2011

MEMBANDINGKAN KUALITAS BAHASA SUATU ARTIKEL YANG TERDAPAT DALAM SURAT KABAR ONLINE YANG BERBEDA


MEMBANDINGKAN KUALITAS BAHASA  SUATU ARTIKEL YANG TERDAPAT DALAM SURAT KABAR ONLINE YANG BERBEDA
Polri: Situasi Bima Sudah Kondusif
JAKARTA, KOMPAS.com — Kepolisian RI menyatakan, kondisi daerah sekitar Pelabuhan Sape, Bima, Nusa Tenggara Barat, pascainsiden penembakan pada Sabtu (24/12/2011) kemarin, kini sudah berangsur normal. Kepala Divisi Humas Polri Irjen (Pol) Saud Usman Nasution mengatakan, sejumlah warga di daerah tersebut sudah melakukan kegiatan seperti biasanya.

"Di pelabuhan (Sape), hari ini aman dan kondusif. Kegiatan masyarakat, angkutan orang berjalan dengan baik. Pengaturan diatur supaya semua lewat, masyarakat bisa melaksakan ibadah Natal," ujar Saud dalam jumpa pers di Mabes Polri, Jakarta, Minggu (25/12/2011).

Insiden kekerasan di Sape terjadi saat aparat Polres Bima yang didukung Satuan Brigade Mobil Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Barat (Satuan Brimob Polda NTB) membubarkan paksa aksi unjuk rasa ribuan warga disertai blokade ruas jalan menuju Pelabuhan Sape, Kabupaten Bima, NTB.

Unjuk rasa itu dilatari penerbitan SK baru bernomor 188/45/357/004/2010 yang berisi pemberian izin kepada PT Sumber Mineral Nusantara (PT SMN) untuk mengeksplorasi lahan di Bima seluas 24.980 hektar. Hal ini memicu kekhawatiran warga bahwa kegiatan pertambangan yang dilakukan PT SMN mengganggu mata pencarian mereka yang sebagian besar berprofesi sebagai petani dan nelayan.

Saud kembali menjelaskan, tindakan pemblokadean Pelabuhan Sape yang menyebabkan kegiatan transportasi, baik dari maupun ke NTT-NTB, tidak bisa dibiarkan. Polri, kata dia, sudah melakukan upaya negosiasi sejak 20 Desember agar kegiatan masyarakat tidak terganggu dengan unjuk rasa tersebut.

"Namun, forum ini tidak memenuhi, dan mereka bersikeras untuk mencabut SK mengenai tambang. Akhirnya, semua pihak coba negosiasi, tidak ada jalan keluar. Oleh karena itu, pagi, penanganan hukum (dilakukan) untuk membubarkan semua anggota reformasi anti-tambang, dan ini tidak ada hubungan izin tambang dengan jembatan," urai Saud.

Sebagaimana diberitakan, Sabtu kemarin, terjadi bentrok setelah polisi melakukan pembubaran paksa terhadap massa pengunjuk rasa dari Front Reformasi Anti-Tambang (FRAT) yang menguasai satu-satunya jembatan penyeberangan feri dari NTB ke NTT itu sejak 19 Desember 2011.

Sejauh ini, korban tewas dalam insiden itu mencapai dua orang, dan puluhan lainnya luka-luka. Dua korban tewas tersebut adalah dua warga Desa Suni, Kecamatan Lambu, Arif Rahman (18) dan Syaiful (17). Polri telah menetapkan 47 pengunjuk rasa sebagai tersangka dalam kasus tersebut. Saat ini, para tersangka tengah menjalani pemeriksaan intensif di Polres Bima. 

www.seputarindonesia.com
Bentrok Berdarah Polisi-Warga di Bima
Pengunjuk rasa berhadapan dengan polisi sebelum bentrok berdarah di Pelabuhan Sape, Bima, NTB, kemarin.

BIMA– Bentrokan berdarah terjadi antara aparat kepolisian dengan warga di Pelabuhan Sape, Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB), kemarin. Akibat bentrokan, 2 orang tewas dan 22 orang terluka.

Dari keterangan yang diperoleh di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Bima, tempat jenazah disemayamkan, tertera dua nama korban tewas, yakni atas nama Arifrahman,18, dan Syaiful, 17, keduanya warga Desa Suni,Kecamatan Lambu,Kabupaten Bima,di pengujung timur Pulau Sumbawa. Namun, ada saksi mata menginformasikan bahwa seorang korban tewas lainnya dalam insiden di Pelabuhan Sape itu adalah Immawan Ashary, 20, kader Ikatan Mahasiswa Muham-madiyah (IMM) NTB.

Bentrok antara polisi dengan warga berawal dari enggannya parapengunjukrasameninggalkan Pelabuhan ASDP Sape.Pelabuhan tersebut telah diduduki sejak Senin, 19 Desember lalu. Dari pantauan di lapangan, polisi yang berjumlah sekitar 300 personel awalnya melakukan upaya persuasif untuk meminta warga yang menolak pertambangan milik PT Sumber Mineral Nusantara agar membubarkan diri. Diduga upaya tersebut mengalami jalan buntu hingga petugas yang berasal dari Brimob Kabupaten Dompu, Kabupaten Sumba, Kabupaten Mataram,NTB,dan Gegana dari Brimob Mataram melakukan upaya pembubaran paksa.

Bentrok antarwarga dengan polisi tidak terhindarkan. Selain korban tewas, terdapat 22 orang luka-luka.Beberapa korban dilaporkan menderita luka tembak. Para korban bentrok tersebut telah dirujuk ke RSUD Bima, NTB. Sebagian korban juga ada yang masih dirawat di Puskesmas Kecamatan Lawo. Pascabentrokan, aparat juga melakukan penyisiran di areal Pelabuhan Sape. Sebagian aparat melakukan pemblokiran jalan dari arah selatan atau Kecamatan Lambu yang berbatasan dengan Kecamatan Sape.

Di sini, polisi menghalau pengunjuk rasa dengan menggunakan kawat berduri. Konsentrasi massa kemudian berpindah ke Kecamatan Lambu. Massa melakukan perusakan dan pembakaran sejumlah fasilitas pemerintah, yakni Kantor Camat Lambu. Termasuk beberapa rumah warga yang diduga pendukung eksplorasi tambang tersebut. Diketahui, tindakan pendudukan pelabuhan diawali dengan tuntutan warga kepada Bupati Bima, Ferry Zulkarnaen. Bupati diminta mencabut izin pertambangan PT Sumber Mineral Nusantara.

Namun Ferry mengaku tidak bisa mencabut izin tersebut dan hanya bisa melakukan penghentian eksplorasi selama setahun. Atas perbedaan pendapat tersebut,aparat kepolisian dan Pemerintah Bima telah melakukan tindakan persuasif, tetapi tidak membuahkan hasil.Akhirnya pada Senin, 19 Desember sampai kemarin warga menutup Pelabuhan Sape. Akibatnya, aktivitas di pelabuhan selama hampir sepekan lumpuh. Sejumlah kendaraan yang ada di dalam kapal penyeberangan tidak bisa keluar dari pelabuhan akibat pendudukan pelabuhan oleh massa.

Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Pol Saud Usman menginformasikan, aparat telah mengamankan tiga orang yang diduga sebagai provokator. ”Provokator yang ditangkap adalah H,A alias O,dan Sy,”kata Saud dalam pesan singkatnya kemarin. Selain itu, pihak kepolisian telah meminta keterangan kepada 31 orang di Polres Bima. Perinciannya, 25 dewasa dan 6 anak-anak. Saud mengatakan, polisi telah mengamankan sejumlah barang bukti aksi bentrok antara massa dengan pihak kepolisian Polda NTB.

”Barang bukti yang disita di antaranya parang sebanyak 10 buah,sabit 4,tombak 1,bom molotov 1,dan bensin 2 botol,”katanya. Saud juga mengungkapkan, Bupati dan aparat kepolisian sebenarnya telah melakukan negosiasi, tetapi selalu menemui jalan buntu.”Sudah melaksanakan negosiasi secara berulang-ulang, tapi massa bergeming sepanjang kedua tuntutannya tidak terpenuhi,” ungkapnya. Saud membeberkan, aksi yang dilakukan massa yang menamakan diri kelompok Front Reformasi Anti-Tambang (FRAT) tersebut memanfaatkan wanita dan anak-anak.

”Perempuan dan anak-anak dijadikan tameng oleh massa di penyeberangan feri,” kata jenderal bintang dua itu. Kepala Bagian Penerangan Umum Mabes Polri Kombes Pol Boy Rafli tidak membantah bahwa polisi melakukan penembakan terhadap para pengunjuk rasa saat melakukan pembubaran massa di Pelabuhan Sape. Penembakan tersebut dilakukan sebagai upaya membela diri aparat di lapangan. ”Karena massa menyerang sehingga petugas di lapangan melakukan upaya pembelaan diri,”kata Boy saat jumpa pers di Mabes Polri kemarin.

Boy mengatakan, hingga kemarin sore petugas di lapangan masih melakukan pengamanan di Pelabuhan Sape. ”Keadaan sudah kondusif dan pengamanan masih diintensifkan,” tuturnya. Wakil Ketua Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) Bidang Eksternal Nurkholis mengatakan, Komnas HAM sejak awal sudah menduga kemungkinan tindak kekerasan di Bima.”Pekan lalu kita sudah mengatakan bahwa kejadian di Bima berpotensi memunculkan kekerasan dan pelanggaran HAM,” ujarnya kemarin.

Dia mengungkapkan, potensi tersebut muncul setelah adanya demo di Pelabuhan Penyeberangan ASDP Sape. Menurut Nurkholis, sampai kemarin Komnas HAM masih terus menggali informasi sebenarnya hingga kasus di Bima tersebut menelan korban. ”Kita masih kumpulkan informasi,” ujarnya. Nurkholis menyatakan, jika informasi tentang kasus di Bima sudah detail,Komnas HAM bisa saja menurunkan tim pencari fakta.”Kita lihat nanti,bisa saja kami menurunkan tim pencari fakta,”imbuhnya.

Menurut Nurkholis, hingga kemarin, Komnas HAM melalui jejaring yang ada di Bima masih terus mengusahakan negosiasi dengan pihak keamanan dan masyarakat. ”Karena yang terpenting saat ini (kemarin) adalah agar tidak ada lagi bentrok dan tidak ada lagi korban,”ujarnya. Di Jakarta, beberapa kalangan LSM dan aktivis mendesak Presiden SBY segera mengeluarkan perintah resmi menghentikan dan mencabut izin pertambangan PT Sumber Mineral Nusantara dan menghentikan kekerasan di Bima.

Mereka juga meminta Presiden SBY segera mengeluarkan perintah resmi untuk menarik dan mengevaluasi seluruh aparat TNI-Polri di lokasi konflik sumber daya alam itu. ”Presiden SBY perlu segera menghentikan aktivitas perusahaan yang berkonflik dan berpotensi konflik hingga ada kepastian penyelesaian secara struktural dengan membentuk panitia nasional penyelesaian konflik agraria dan sumber daya alam,” kata Ridwan Darmawan dari Indonesia Human Rights Committee for Sicial Justice (IHCS).

Ridwan juga mendorong DPR segera menggunakan hak interpelasinya untuk meminta pertanggungjawaban pemerintah atas dugaan pelanggaran HAM di sektor agraria dan sumber daya alam. Lebih lanjut, Ridwan menyatakan bahwa untuk menindaklanjuti kasus itu,Komnas HAM dan Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) memastikan perlindungan hukum terhadap korban karena indikasi kekerasan ini akan meluas. Kepala Departemen Advokasi Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) Mukri Fitriana mengutuk aksi kekerasan aparat negara terhadap warga NTB yang menuntut hak-hak rakyat.

Walhi juga sangat menyayangkan kekerasan oleh aparat kembali terulang. ”Kasus ini tidak bisa ditangani Polri karena kejadian tersebut melibatkan aparat keamanan sehingga kasus ini harus ditangani langsung oleh Presiden karena Presiden bertanggung jawab terhadap kasus ini,” ujarnya di Jakarta kemarin. Menurut dia, kasus seperti ini bukan hal baru terjadi di NTB dan daerah lain di Indonesia. Belum lama kasus perebutan lahan yang mengakibatkan korban jiwa akibat ulah aparat keamanan terjadi di Mesuji, Lampung dan Sumatera Selatan.

Di Jakarta, Wakil Ketua MPR Lukman Hakim Saifuddin menyesalkan jatuhnya korban jiwa dan luka-luka di kalangan warga Sape dan Lambu di Bima akibat tindak kekerasan aparat keamanan. ”Ini sungguh mengenaskan. Mengapa selalu berulang dan berulang kejadian seperti itu,” kata Lukman kepada SINDO kemarin. Lukman menyatakan, sepertinya aparat tidak bisa belajar dari pengalaman yang sudah-sudah. Sistem dan pola deteksi dini dan penanganan keamanan harus dievaluasi dan benar-benar dicermati kembali.

”At dikatakan bagusanah konstitusi yang menempatkan Polri sebagai alat negara yang melindungi, mengayomi, dan melayani masyarakat serta menegakkan hukum harus kholil/robby _benar-benar dirasakan oleh masyarakat luas,” ujarnya.  khadafi/ rahmat sahid/antara





Perbandingan Kualitas Bahasa
Keberadaan dan Tingkat  Kesalahan Bahasa
Ukuran Kualitas Bahasa
Seputar Indonesia
Kompas
EYD
Ada
Ada
Kosakata
Ada
Tidak ada
Kalimat Efektif
Ada
Tidak ada



KOSA KATA :
Kompas : Tidak ada
Seputar Indonesia : Adanya penulisan yang tidak baku yaitu : Tameng

EYD :
Kompas : Pencarian (penulisan yang benar adalah pencaharian)
Seputar Indonesia : parapengunjukrasameninggalkan (penggunaan spasi yang benar adalah para pengunjung meninggalkan)

Kalimat efektif :
Seputar Indonesia : “Kasus ini tidak bisa ditangani Polri karena kejadian tersebut melibatkan aparat keamanan sehingga kasus ini harus ditangani langsung oleh Presiden karena Presiden bertanggung jawab terhadap kasus ini”

KUALITAS BERITA
Kedua berita tersebut dikatakan jelas dan mampu memberikan informasi secara menyeluruh.
Kompas:surat kabar ini menginformasikan tentang kondisi pascainsiden penembakan kemarin,akibat terjadinya insiden tersebut,dan menginformasikan  jumlah korban yang meninggal dan luka-luka .
Harian Seputar Indonesia:menginformasikan tentang  bentrokan antar warga dan polisi di Pelabuhan Sape Bima,adanya permohonan pertanggungjawaban pemerintah atas pelanggaran HAM di sektor agraria dan sumber daya,penjelasan tertangkapnya provokator dan korban yang meninggal dan terluka akibat bentrokan tersebut.

MEMBANDINGKAN KUALITAS BAHASA SUATU ARTIKEL YANG TERDAPAT DALAM SURAT KABAR ONLINE YANG BERBEDA


 
MEMBANDINGKAN KUALITAS BAHASA  SUATU ARTIKEL YANG TERDAPAT DALAM SURAT KABAR ONLINE YANG BERBEDA


Polri: Situasi Bima Sudah Kondusif
JAKARTA, KOMPAS.com — Kepolisian RI menyatakan, kondisi daerah sekitar Pelabuhan Sape, Bima, Nusa Tenggara Barat, pascainsiden penembakan pada Sabtu (24/12/2011) kemarin, kini sudah berangsur normal. Kepala Divisi Humas Polri Irjen (Pol) Saud Usman Nasution mengatakan, sejumlah warga di daerah tersebut sudah melakukan kegiatan seperti biasanya.

"Di pelabuhan (Sape), hari ini aman dan kondusif. Kegiatan masyarakat, angkutan orang berjalan dengan baik. Pengaturan diatur supaya semua lewat, masyarakat bisa melaksakan ibadah Natal," ujar Saud dalam jumpa pers di Mabes Polri, Jakarta, Minggu (25/12/2011).

Insiden kekerasan di Sape terjadi saat aparat Polres Bima yang didukung Satuan Brigade Mobil Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Barat (Satuan Brimob Polda NTB) membubarkan paksa aksi unjuk rasa ribuan warga disertai blokade ruas jalan menuju Pelabuhan Sape, Kabupaten Bima, NTB.

Unjuk rasa itu dilatari penerbitan SK baru bernomor 188/45/357/004/2010 yang berisi pemberian izin kepada PT Sumber Mineral Nusantara (PT SMN) untuk mengeksplorasi lahan di Bima seluas 24.980 hektar. Hal ini memicu kekhawatiran warga bahwa kegiatan pertambangan yang dilakukan PT SMN mengganggu mata pencarian mereka yang sebagian besar berprofesi sebagai petani dan nelayan.

Saud kembali menjelaskan, tindakan pemblokadean Pelabuhan Sape yang menyebabkan kegiatan transportasi, baik dari maupun ke NTT-NTB, tidak bisa dibiarkan. Polri, kata dia, sudah melakukan upaya negosiasi sejak 20 Desember agar kegiatan masyarakat tidak terganggu dengan unjuk rasa tersebut.

"Namun, forum ini tidak memenuhi, dan mereka bersikeras untuk mencabut SK mengenai tambang. Akhirnya, semua pihak coba negosiasi, tidak ada jalan keluar. Oleh karena itu, pagi, penanganan hukum (dilakukan) untuk membubarkan semua anggota reformasi anti-tambang, dan ini tidak ada hubungan izin tambang dengan jembatan," urai Saud.

Sebagaimana diberitakan, Sabtu kemarin, terjadi bentrok setelah polisi melakukan pembubaran paksa terhadap massa pengunjuk rasa dari Front Reformasi Anti-Tambang (FRAT) yang menguasai satu-satunya jembatan penyeberangan feri dari NTB ke NTT itu sejak 19 Desember 2011.

Sejauh ini, korban tewas dalam insiden itu mencapai dua orang, dan puluhan lainnya luka-luka. Dua korban tewas tersebut adalah dua warga Desa Suni, Kecamatan Lambu, Arif Rahman (18) dan Syaiful (17). Polri telah menetapkan 47 pengunjuk rasa sebagai tersangka dalam kasus tersebut. Saat ini, para tersangka tengah menjalani pemeriksaan intensif di Polres Bima. 


Bentrok Berdarah Polisi-Warga di Bima
Pengunjuk rasa berhadapan dengan polisi sebelum bentrok berdarah di Pelabuhan Sape, Bima, NTB, kemarin.

BIMA– Bentrokan berdarah terjadi antara aparat kepolisian dengan warga di Pelabuhan Sape, Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB), kemarin. Akibat bentrokan, 2 orang tewas dan 22 orang terluka.

Dari keterangan yang diperoleh di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Bima, tempat jenazah disemayamkan, tertera dua nama korban tewas, yakni atas nama Arifrahman,18, dan Syaiful, 17, keduanya warga Desa Suni,Kecamatan Lambu,Kabupaten Bima,di pengujung timur Pulau Sumbawa. Namun, ada saksi mata menginformasikan bahwa seorang korban tewas lainnya dalam insiden di Pelabuhan Sape itu adalah Immawan Ashary, 20, kader Ikatan Mahasiswa Muham-madiyah (IMM) NTB.

Bentrok antara polisi dengan warga berawal dari enggannya parapengunjukrasameninggalkan Pelabuhan ASDP Sape.Pelabuhan tersebut telah diduduki sejak Senin, 19 Desember lalu. Dari pantauan di lapangan, polisi yang berjumlah sekitar 300 personel awalnya melakukan upaya persuasif untuk meminta warga yang menolak pertambangan milik PT Sumber Mineral Nusantara agar membubarkan diri. Diduga upaya tersebut mengalami jalan buntu hingga petugas yang berasal dari Brimob Kabupaten Dompu, Kabupaten Sumba, Kabupaten Mataram,NTB,dan Gegana dari Brimob Mataram melakukan upaya pembubaran paksa.

Bentrok antarwarga dengan polisi tidak terhindarkan. Selain korban tewas, terdapat 22 orang luka-luka.Beberapa korban dilaporkan menderita luka tembak. Para korban bentrok tersebut telah dirujuk ke RSUD Bima, NTB. Sebagian korban juga ada yang masih dirawat di Puskesmas Kecamatan Lawo. Pascabentrokan, aparat juga melakukan penyisiran di areal Pelabuhan Sape. Sebagian aparat melakukan pemblokiran jalan dari arah selatan atau Kecamatan Lambu yang berbatasan dengan Kecamatan Sape.

Di sini, polisi menghalau pengunjuk rasa dengan menggunakan kawat berduri. Konsentrasi massa kemudian berpindah ke Kecamatan Lambu. Massa melakukan perusakan dan pembakaran sejumlah fasilitas pemerintah, yakni Kantor Camat Lambu. Termasuk beberapa rumah warga yang diduga pendukung eksplorasi tambang tersebut. Diketahui, tindakan pendudukan pelabuhan diawali dengan tuntutan warga kepada Bupati Bima, Ferry Zulkarnaen. Bupati diminta mencabut izin pertambangan PT Sumber Mineral Nusantara.

Namun Ferry mengaku tidak bisa mencabut izin tersebut dan hanya bisa melakukan penghentian eksplorasi selama setahun. Atas perbedaan pendapat tersebut,aparat kepolisian dan Pemerintah Bima telah melakukan tindakan persuasif, tetapi tidak membuahkan hasil.Akhirnya pada Senin, 19 Desember sampai kemarin warga menutup Pelabuhan Sape. Akibatnya, aktivitas di pelabuhan selama hampir sepekan lumpuh. Sejumlah kendaraan yang ada di dalam kapal penyeberangan tidak bisa keluar dari pelabuhan akibat pendudukan pelabuhan oleh massa.

Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Pol Saud Usman menginformasikan, aparat telah mengamankan tiga orang yang diduga sebagai provokator. ”Provokator yang ditangkap adalah H,A alias O,dan Sy,”kata Saud dalam pesan singkatnya kemarin. Selain itu, pihak kepolisian telah meminta keterangan kepada 31 orang di Polres Bima. Perinciannya, 25 dewasa dan 6 anak-anak. Saud mengatakan, polisi telah mengamankan sejumlah barang bukti aksi bentrok antara massa dengan pihak kepolisian Polda NTB.

”Barang bukti yang disita di antaranya parang sebanyak 10 buah,sabit 4,tombak 1,bom molotov 1,dan bensin 2 botol,”katanya. Saud juga mengungkapkan, Bupati dan aparat kepolisian sebenarnya telah melakukan negosiasi, tetapi selalu menemui jalan buntu.”Sudah melaksanakan negosiasi secara berulang-ulang, tapi massa bergeming sepanjang kedua tuntutannya tidak terpenuhi,” ungkapnya. Saud membeberkan, aksi yang dilakukan massa yang menamakan diri kelompok Front Reformasi Anti-Tambang (FRAT) tersebut memanfaatkan wanita dan anak-anak.

”Perempuan dan anak-anak dijadikan tameng oleh massa di penyeberangan feri,” kata jenderal bintang dua itu. Kepala Bagian Penerangan Umum Mabes Polri Kombes Pol Boy Rafli tidak membantah bahwa polisi melakukan penembakan terhadap para pengunjuk rasa saat melakukan pembubaran massa di Pelabuhan Sape. Penembakan tersebut dilakukan sebagai upaya membela diri aparat di lapangan. ”Karena massa menyerang sehingga petugas di lapangan melakukan upaya pembelaan diri,”kata Boy saat jumpa pers di Mabes Polri kemarin.

Boy mengatakan, hingga kemarin sore petugas di lapangan masih melakukan pengamanan di Pelabuhan Sape. ”Keadaan sudah kondusif dan pengamanan masih diintensifkan,” tuturnya. Wakil Ketua Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) Bidang Eksternal Nurkholis mengatakan, Komnas HAM sejak awal sudah menduga kemungkinan tindak kekerasan di Bima.”Pekan lalu kita sudah mengatakan bahwa kejadian di Bima berpotensi memunculkan kekerasan dan pelanggaran HAM,” ujarnya kemarin.

Dia mengungkapkan, potensi tersebut muncul setelah adanya demo di Pelabuhan Penyeberangan ASDP Sape. Menurut Nurkholis, sampai kemarin Komnas HAM masih terus menggali informasi sebenarnya hingga kasus di Bima tersebut menelan korban. ”Kita masih kumpulkan informasi,” ujarnya. Nurkholis menyatakan, jika informasi tentang kasus di Bima sudah detail,Komnas HAM bisa saja menurunkan tim pencari fakta.”Kita lihat nanti,bisa saja kami menurunkan tim pencari fakta,”imbuhnya.

Menurut Nurkholis, hingga kemarin, Komnas HAM melalui jejaring yang ada di Bima masih terus mengusahakan negosiasi dengan pihak keamanan dan masyarakat. ”Karena yang terpenting saat ini (kemarin) adalah agar tidak ada lagi bentrok dan tidak ada lagi korban,”ujarnya. Di Jakarta, beberapa kalangan LSM dan aktivis mendesak Presiden SBY segera mengeluarkan perintah resmi menghentikan dan mencabut izin pertambangan PT Sumber Mineral Nusantara dan menghentikan kekerasan di Bima.

Mereka juga meminta Presiden SBY segera mengeluarkan perintah resmi untuk menarik dan mengevaluasi seluruh aparat TNI-Polri di lokasi konflik sumber daya alam itu. ”Presiden SBY perlu segera menghentikan aktivitas perusahaan yang berkonflik dan berpotensi konflik hingga ada kepastian penyelesaian secara struktural dengan membentuk panitia nasional penyelesaian konflik agraria dan sumber daya alam,” kata Ridwan Darmawan dari Indonesia Human Rights Committee for Sicial Justice (IHCS).

Ridwan juga mendorong DPR segera menggunakan hak interpelasinya untuk meminta pertanggungjawaban pemerintah atas dugaan pelanggaran HAM di sektor agraria dan sumber daya alam. Lebih lanjut, Ridwan menyatakan bahwa untuk menindaklanjuti kasus itu,Komnas HAM dan Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) memastikan perlindungan hukum terhadap korban karena indikasi kekerasan ini akan meluas. Kepala Departemen Advokasi Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) Mukri Fitriana mengutuk aksi kekerasan aparat negara terhadap warga NTB yang menuntut hak-hak rakyat.

Walhi juga sangat menyayangkan kekerasan oleh aparat kembali terulang. ”Kasus ini tidak bisa ditangani Polri karena kejadian tersebut melibatkan aparat keamanan sehingga kasus ini harus ditangani langsung oleh Presiden karena Presiden bertanggung jawab terhadap kasus ini,” ujarnya di Jakarta kemarin. Menurut dia, kasus seperti ini bukan hal baru terjadi di NTB dan daerah lain di Indonesia. Belum lama kasus perebutan lahan yang mengakibatkan korban jiwa akibat ulah aparat keamanan terjadi di Mesuji, Lampung dan Sumatera Selatan.

Di Jakarta, Wakil Ketua MPR Lukman Hakim Saifuddin menyesalkan jatuhnya korban jiwa dan luka-luka di kalangan warga Sape dan Lambu di Bima akibat tindak kekerasan aparat keamanan. ”Ini sungguh mengenaskan. Mengapa selalu berulang dan berulang kejadian seperti itu,” kata Lukman kepada SINDO kemarin. Lukman menyatakan, sepertinya aparat tidak bisa belajar dari pengalaman yang sudah-sudah. Sistem dan pola deteksi dini dan penanganan keamanan harus dievaluasi dan benar-benar dicermati kembali.

”At dikatakan bagusanah konstitusi yang menempatkan Polri sebagai alat negara yang melindungi, mengayomi, dan melayani masyarakat serta menegakkan hukum harus kholil/robby
_benar-benar dirasakan oleh masyarakat luas,” ujarnya.  khadafi/ rahmat sahid/antara





Perbandingan Kualitas Bahasa
Keberadaan dan Tingkat  Kesalahan Bahasa
Ukuran Kualitas Bahasa
Seputar Indonesia
Kompas
EYD
Ada
Ada
Kosakata
Ada
Tidak ada
Kalimat Efektif
Ada
Tidak ada



KOSA KATA :
Kompas : Tidak ada
Seputar Indonesia : Adanya penulisan yang tidak baku yaitu : Tameng

EYD :
Kompas : Pencarian (penulisan yang benar adalah pencaharian)
Seputar Indonesia : parapengunjukrasameninggalkan (penggunaan spasi yang benar adalah para pengunjung meninggalkan)

Kalimat efektif :
Seputar Indonesia : “Kasus ini tidak bisa ditangani Polri karena kejadian tersebut melibatkan aparat keamanan sehingga kasus ini harus ditangani langsung oleh Presiden karena Presiden bertanggung jawab terhadap kasus ini”

KUALITAS BERITA
Kedua berita tersebut dikatakan jelas dan mampu memberikan informasi secara menyeluruh.
Kompas:surat kabar ini menginformasikan tentang kondisi pascainsiden penembakan kemarin,akibat terjadinya insiden tersebut,dan menginformasikan  jumlah korban yang meninggal dan luka-luka .
Harian Seputar Indonesia:menginformasikan tentang  bentrokan antar warga dan polisi di Pelabuhan Sape Bima,adanya permohonan pertanggungjawaban pemerintah atas pelanggaran HAM di sektor agraria dan sumber daya,penjelasan tertangkapnya provokator dan korban yang meninggal dan terluka akibat bentrokan tersebut.

Narasumber :
http://www.seputar-indonesia.com/edisicetak/content/view/454582/38/
http://nasional.kompas.com/read/2011/12/25/15493010/Polri.Situasi.Bima.Sudah.Kondusif

Rabu, 21 Desember 2011

ARTIKEL BAKU-NON BAKU


ARTIKEL YANG TERDAPAT KATA TIDAK BAKU
Atlit Tenis Meja Lantamal V Ikut Piala Danlantamal Cup
  • Selasa, 11 Oktober 2011 | 10:09 WIB
  • Dibaca: 5,220

SURABAYA l SURYA Online- Sebanyak 87 atlit tenis meja dilingkungan Lantamal V Surabaya mengikuti pertandingan Tenis Meja Danlantamal V cup, Selasa (11/10).
Rangkaian pertandingan memperingati HUT TNI 66 ini dibuka Asisten Personalia (Aspers) Lantamal V Kolonel Laut (KH) Ahmad Burhan Wijaya.
Tenis Meja Danlantamal V Cup ini kata Burhan, merupakan even yang pertama kali digelar. “Ini yang pertama kali digelar ternyata banyak juga bakat atlit tenis meja dari personel Lantamal V ini,” katanya.
Selanjutnya peraih enam besar dalam turnamen ini kata Burhan yang juga atlit tenis meja ini akan digodok secara khusus. “Enam besar ini akan di pertandingkan melawan lanal lanal dilingkungan Lantamal V selanjutnya disaring lagi se wilayah Lantamal Wilayah Timur,” terangnya.
Dari penyaringan atlit ini disiapkan penggodokan khusus jangka panjang termasuk pelatih yang akan menangani.
Pembina PTMSI (Persatuan Tenis Meja Seluruh Indonesia) cabang Surabaya, Pangat menambahkan, melihat antusiasme atlit peserta turnamen tenis meja, pihaknya yakin akan banyak atlit atlit tenis meja dari lingkungan TNI AL. “Untuk kategori pemula sudah sangat bagus tinggal memoles dan lebih rutin lagi latihan,” katanya. Pihak PTMSI sendiri sudah menyiapkan pelatih yang akan melatih atlit tenis meja Lantamal V ini.
Danlantamal V Laksma TNI M Atok Urrahman berharap jangka panjang ada pembinaan bagi atlit tenis meja Lantamal V. “Disini sarana sudah ada, atlit juga banyak tinggal pembinaan dan latihan rutin,” paparnya.

Paling tidak nanti dalam Pekan Olahraga Wilayah Timur (Porwiltim) atlit tenis meja Lantamal V ini sudah bisa unjuk gigi.
Kata kunci tidak baku yang terdapat dalam artikel : atlit



ARTIKEL YANG TERDAPAT KATA BAKU

Puncak Penampilan Atlet Ada di SEA Games


JAKARTA (Suara Karya) Penampilan atlet-atlet balap sepeda SEA Games di ajang pra-PON. yang berakhir Minggu (4/12), mencapai antiklimaks. Pasalnya, peak performance atlet balap sepeda berada di SEA Games, sehingga kondisi setiap atlet yang turun di pra-PON menunjukkan grafik menurun.
"Rata-rata penampilan atlet SEA Games di pra-PON menunjukkan penurunan karena mereka mengalami kelelahan di SEA Games dan waktu pra-PON terlalu dekat dengan SEA Games, sehingga atlet banyak yang belum siap tampil usai SEA Games," kata Wahyudi, pelatih balap sepeda SEA Games yang juga merangkap pelatih balap sepeda Pelatda DKI Jakarta.
Menurut wahyudi, di pra-PON peringkat DKI Jakarta berada diurutan 6-7, sementara juara umum jatuh ke tim Jawa Timur. Kendati demikian, Wahyudi tidak khawatir dengan hasil pra-PON tersebut lantaran masih banyak waktu untuk mengembalikan penampilan atlet DKI ke penampilan semula. "Yang kita utamakan adalah kualitas, bukan kuantitas," katanya.
DKI Jakarta sendiri hingga kini masih tetap melakukan pelatda kepada 15 atlet. Di SEA Games lalu, atlet balap sepeda DKI menyumbang 3 medali emas, 1 perak dan 3 perunggu lewat Uyun Muzizah 3 emas dan 1 perunggu, Ryan Ariehan Hilmant (perak), serta Santia Trikusuma dan Asep Suryan (perunggu). Secara keseluruhan, balap sepeda di SEA Games meraih 12 medali emas, 8 perak, dan 9 perunggu.
Padahal, kata Wahyudi, DKI hanya menurunkan 7 atletnya di SEA Games, dan empat di antaranya memberikan kontribusi medali. Ini menunjukkan bahwa DKI Jakarta memiliki atlet-atlet andalan yang diharapkan bisa tampil maksimal ketika tampil di PON XVIII Riau nanti.
Sekalipun jumlahnya tidak banyak, ungkap dia, diharapkan para pembalap sepeda DKI Jakarta itu menjadi lumbung emas di PON nanti. Karena, menurut dia, lebih baik sedikit tetapi berkualitas ketimbang banyak tetapi tidak berkualitas.
"Kuota di balap sepeda memang belum ditetapkan. Namun, DKI Jakarta tidak akan menambah jumlah atlet dalam pelatda, melainkan melakukan promosi-degradasi setiap empat bulan sekali. Bila ada atlet di luar pelatda yang mencuat prestasinya dalam waktu berjalan sebelum PON berlangsung, mereka bisa saja masuk tim. Karena itu, ini akan menjadi tantangan bagi atlet pelatda untuk tetap mempertahankan prestasinya kalau tidak mau tergeser oleh atlet di luar pelatda," kata Wahyudi.
Ia yakin, dengan materi atlet balap sepeda sekarang ini perolehan medali emas di PON Riau nanti akan lebih baik dari PON 2008 di Samarinda, Kalimantan Timur, yang hanya meraih 2 medali emas dari Santia dan Rochman Nugraha. Kini dengan tambahan Uyun yang menguasai beberapa nomor jelas perolehan medali emas akan bertambah, dengan catatan Uyun dapat mempertahankan penampilannya.
Kata kunci baku yang terdapat dalam artikel : atlet
Narasumber :  http://bataviase.co.id/node/898993